Tuesday, July 06, 2010

Saat Bertele-Tele Tidak Jujur, Semua Berpersepi, Terbelenggu Lalu Hilanglah Kasih Sayang. Budi Utama Pertama : Jujur



yang tersirat adalah
"kalo ga mau, dibawa karena mas membutuhkan"
apakah beliau benar-benar memikirkan saya? lalu menomor duakan kebahagiaan kakak saya tapi tidak bisa menyembunyikan gejolak bahwa saya harus menyayangi kakak saya dengan cara mengikhlaskan lalu memberikannya kepada kakak saya karena itu miliknya dan setiap saat dia bisa membutuhkannya. Seperti contoh pagi ini, dia hendak fitnes.
Tapi juga tidak mau menyakiti perasaan saya untuk tidak begitu sayan dengan mengatakan maksud sebenarnya, makanya ditawarkanlah dengan kalimat yang membuat saya pun tidak tahu mau menjawab apa. Saya pun akhirnya bertele-tele menjawabnya. Dengan maksud "daripada dianggurin terus, ga jelas, bawa sini aja, dika lagi doyan keluar nih"
akhirnya semua persepsi bermunculan, saya cuma tidak bisa memberikan jawaban yang tidak pasti ketika ditanya di awal, Karena beliau adalah tipe orang yang sistematik, harus jelas, rapi dan terencana, terhitung.Akhirnya saya menggunakan kata "kalau" dan mengharapkan beliau juga mengerti akan keadaan saya.
saya tahu beliau mencintai saya lebih dari siapapun. Bahkan terkadang cintanya terhadap saya melebihi cinta kepada penciptaNya. Sehingga terlihat dia sering sakit atau uring-uringan sesaat setelah terjadi konflik kecil dengan saya. Itu bukti bahwa dia memikirkan saya dan itulah bentuk fisik akan rasa sayangnya untuk saya.

-Mobil, yang saya rebutkan pagi ini dengan papa, membuat saya buta dan membohongi diri sendiri akan rasa cinta terhadap papa. but I know you love me and you'll keep me for later returned to that gave to this world, Oh GOD dont let us far away from YOUR LOVE, Ar Rahman Ar Rahim

No comments:

Post a Comment